Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

ANGGREK BIRU


Blog EntryDec 14, '09 10:46 PM
for everyone
BENANG SARI

Nafas angin  membawa sarimu terbawa ke pojok hampa
Benangmu kemilau jatuh  melilit hati yang luka
Ku tak kuasa menahan haru
Karena rindu yang kau kirim
Terbungkus bayangan semata
Kau relakan  sarimu terenggut jiwa lain
Namun, hakikatnya ku tak rela ya Anggrek

Kuasa tak mampu menahan desah  yang Engkau kirim
Ragaku yang rapuh, kembali bangkit ya Anggrek
Jiwaku bertahun, lelah kembali semangat ya Anggrek
Kuraih bayangmu karena  Enkau menebar  sari
Benang rindumu  kurengkuh terkenang-kenang    
Kan kubawa mati . . . ya allah

Hm . . . dirimu ada di langit ketujuh
Benang emasmu mengikat janji
Sari manismu menebar kasih sayang untukku
Namun … jiwaragaku hanya kuasa menerawang
Menatap indahmu terjamah oleh waktu
Karena aku ada di langit yang paling bawah
Kumohon dan ijinkanlah walau sedetik jua
Benang sarimu kan  kubawa pergi

Tanah Bugis, 13-11-09 

Blog EntrySep 17, '09 11:30 AM
for everyone
Petta,
Pasti Petta sedang memerhatikan ku
dari ketinggian di Stratosfera sana.
Petta senyum sinis
memandang manusia yang tak punya pendirian.
Berarah kemana saja mengikut siliran menghala.
 
Petta, leluhurku
Entah gimana mau merafazkan sembah
Dengan upaya apa mau memulakan titah
ianya sarat dengan kedurhakaan
 
 
Jika Petta masih ujud
Nescaya ku diburu hingga ke belantara
bibirku di potong senasib persis Arung Lompoko
pengikut setia To'Esang Datu Soppeng yang mencerca, mencela Petta.
Atau sama dengan nasib To' Dani, Datu  di Ajattapareng, Sidenreng, Rappang, Alitta,
Sawitto dan Suppa.
Dia ipar @Nadim Petta
Bersama anaknya La Memang
kerna mau lagi menambah kerajaan dan kuasa.
serta mau menonjol pada Belanda, di belakang Petta.
Kepala mereka dipancung, diarak
kerna itulah balasan
pada mereka yang suka mengadu domba
 
Petta
Telah berkali-kali mereka memberi amaran
jangan cuba-cuba memprotes Petta
Jangan cuba-cuba membuat gambaran illusi
pada sinopsis yang belum tentu betul salahnya.
Jangan percaya seratus-peratus suguhan narator
mungkin ada sisihannya
cuba-cuba tunjuk berani, nahas mengundang celaka
itu semua ugutan mereka
Yang begitu taksub terhadap Petta.
 
 
Mana mungkin
zaman sebegini  moderen
berteknologi tinggi
Mitos sudah tak dipercayai
masih ada perkara-perkara mistik, tahyul dan mungkar
Tak diterima akal
Bohong, dusta
Implikasi hanya menakut-nakutkan
cuba mengaburi kebenaran.
 
 
Petta
 Pertama kali menjejakkan kaki dibumi leluhur ini
Bumi Gowa Makassar mula-mula menerima ku
Makanan pengalas perut
air pelepas dahaga
dari Gowa Makassar jua yang mula-mula masuk ke rongga
Gowa Makassar jua menobatkan ku `Daeng'
identitas sebagai anak warisan berbangsa
Walaupun baru dinobatkan
Siri', Pesse, Ware dan Pappaseng
telah tersedia ada dalam diri
Sebab keBugisanku kental mandiri.
 
 
Petta tentu maklum
Apa yang telah ditanamkan olih mereka
dikepala dan dibenakku...diasak dengan
kebencian, keburukan terhadap Petta.
Inggeris juga berjaya membasuh otakku
mengubah persepsi terhadap Petta.
Sebelum ini Petta tak pernah ku puja
Jauh dari untuk menobatkan Petta sebagai wira
Malah Petta adalah perosak bangsa dan Negara.
Petta bersekongkol dengan Belanda.
Lebur satu Celebes
Hancur semua Kerajaan kuno
yang diasas olih To'Manurung
Rupanya seratus peratus Speelman bergantung pada Petta.
Dalam strategi Speelman menundukkan Gowa.
Begitu penting sekali Petta pada Kompani Belanda,
berkerjasama dalam berusaha menghancurkan bangsa sendiri dan Negara.
,
Di Gowa Makassar begitu mesra - masih terasa terasing
Di Wajo merasa ada pertautan - tapi sepi
Di Soppeng, ada sesuatu disitu - agak menyeramkan, kerna terlalu nostalgia.
Di Bone....airmata mengalir, sayu, hiba
seperti ada kuasa magnet menarik...
rupanya dari sinilah salur-galur ku bermula,
tanah leluhurku, warisan nenek moyangku.
Kekuatan, kedamaian dan harga diri,
semuanya ada disini.
 
 
Petta....
Pada mulanya ku kurang yakin
kurang percaya pada kelebihan Petta.
Selepas mengalami beberapa rentetan
peristiwa aneh
diluar dari jangkaan akal - tapi itu kebesaran Illahi
Allah Yang Maha Kuasa .
Semua peristiwa bukan bersendiri
tapi bersaksi dengan beberapa biji mata
...Baru merasa akan kebenarannya
Baru datang keinsafan
Menyelideki Petta sedalam-dalamnya
 
Ternyata....ku sungguh bersalah
Sungguh berdosa
Menuduh serta mempercayai segala onar
yang ditujukan terhadap Petta.
Setelah diselideki
Sinopsisnya begini ya Petta.......
 
 
Sejak La Maddaremeng dalam pengasingan ke Gowa
Karaeng Sumanna menjadi pemangku raja.
Bone dibawah takluk Gowa
"Nari-poatana Bone Seppulo-pitudaung ittana
17 tahun Bone diperbudakkan
Wajo turut bersekongkol,
melupakan Perjanjian "Uluadaya Caleppa"
Karaeng Sumanna kurang menyerlah di hati Gowa
Karaeng Krung-Rung mengambil alih
Dia bermaharajalela
Kejam,sekejam-kejamnya
Dua ratus bangsawan Bone dibunuh.
sepuloh ribu rakyat Bone dihimpunkan
Tidak kira bangsawan atau orang biasa
semuanya diektradisi sebagai perbudakan dan abdi ke Gowa.
Guna menggali terusan
Memisahkan Benteng Panakkukang dengan daratan Wilayah Gowa.
Anak isteri digiring
Wanita hamil dibelah perutnya
Kerna tak bertahan perjalanan yang begitu menyiksa
Nenek Petta, Arung Tana Tennga Tua,
bangun memberontak,
tak tega melihat rakyat Bone Soppeng
diperlakukan membabi-buta.
Akhirnya dia dibunuh dengan kejam didepan mata.
 
Ayahanda Petta - La Pottobune
Bonda Petta - We Tenri Sui Datu Mario ri Wawo
di perlakukan seperti hamba.
Petta sendiri beserta teman-teman karib
Arung Bila La Palancoi Daeng Mabila
Arung Belo To Saddeng
Arung Appanang
turut menjadi tawanan mereka
Mereka melakukan sewenang-wenangnya
Bukan lagi memalukan
Penghinaan melebihi batasan
Bertopengkan Islam sebagai pegangan
Menang perang, berkuasa
membuat mereka lupa
mengamalkan perbuatan zalim
menjurus ke neraka.
 
Kasihan leluhurku, nenek moyangku...
entah berapa litter keringat asin
jatuh kebumi dalam sehari
kerna makan garam lebih dari nasi
beras hancur cuma layak dimakan babi.
Dibawah terik bahang mentari
mereka diperlakukan lebih dari binatang
Dipaksa bekerja
Jika kehabisan daya
mereka dipukul, ditendang sudah lumrah
Cuba melarikan diri
tertangkap dipukul hingga mati.
 
 
Sungguhpun nasib Petta tidak seburuk mereka
Petta disayangi
bebas keluar masuk di istana Gowa
Nasib Petta baik, hinggalah Petta dewasa.
Wajah Petta cantik, tampan gilaan semua
fisikal Petta gagah berbadan sasa
menggalahkan segala wira
lagi tangkas bermain senjata dan berolahraga.
 
 
Gimanapun hati Petta tetap tersiksa
terkenang ayahanda bonda yang sarat dengan penyiksaan.
Satu hari....La Pottobune dibunuh
kerana membela rakyat Bone yang disiksa
La Pottobune ditumbuk dengan lesung, lumat..
Sampai ke pengetahuan Petta..
Begitulah juga remuk, hancur luluh hati Petta tidak terkira.
Tanpa daya
untuk menunggu bilakah pembalasan
mengalahkan segala.
 
 
Walaupun Petta bebas di istana Gowa
tapi pada hakikatnya
kaki dirantai
tangan dipasung
kerongkong tercekik
jantung tersumbat
hati dilapah-lapah.
Kuasa yang ada pada mereka
membuatkan Petta menderita teramat sangat.
Lebih-lebih lagi tak bisa melupuskan dendam kesumat.
Selagi maruah masih belum terbela.
Mertabat belum terangkat.
Petta teramat sedih
Airmata bercucuran
Melihat keluarga disiksa dibunuh
Rakyat Bone Soppeng dalam penyiksaan penderitaan
yang tidak terhingga
apa lagi semuanya berlaku didepan mata.
 
 
Alhamdulillah...Petta berjaya
mengumpulkan tekad, kekuatan diri
memobillisasikan setiap tenaga
dengan tiga faktor sistem nilai
budaya nenek moyang kita ia itu Siri', Passe dan Ware
(Siri' - tujuan untuk meningkatkan harkat dan mertabat, harga diri.
Pesse - Rasa kemanusian dan kebersamaan, senasib dan saling membantu, melahirkan rasa
solidaritas yang sangat tinggi.
Ware - Memperbaiki nasib, bekerja sekuat tenaga).
Tiga faktor ini Petta gembelingkan
mencari masa yang sesuai untuk bertindak.......
 
 
We Tenri Angka  Daeng Masennang
Kualalumpur Malaysia
 

Blog EntrySep 17, '09 3:07 AM
for everyone

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga website ini bisa muncul disini, sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Terimakasih pula kepada rekan-rekan yangg telah membantu  dan memberi spirit  kepada saya dalam penculan website ini.

Tujuan website ini dimunculkan bukan hanya untuk kepentingan pribadi semata , akan tetapi lebih dari itu, bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan kami, dipersilakan dengan senang hati dari manapun dan berbagai latar belakang apa saja. Di sini Anda dapat menyimak tentang apa saja yang dianggap bermamfaat.

Terakhir semoga website ini bisa berguna bagi siapa saja yang mengunjunginya, dan yang lebih penting dapat menjalin dan mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan diantara kita semua dimanapun kita berada.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Wassalam,


St. Khadijah Dg. Manisi

LinkSep 16, '09 4:48 AM
for everyone
Link: http://www.telukbone.org

Pusat info, seni, budaya, dan sejarah

Photo AlbumGallerykuSep 16, '09 4:40 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntrySep 16, '09 4:16 AM
for everyone

Dari ketinggian diatas Tanjung itu
merenung sebebas-bebasnya kebawah yang berjuram
Laut yang berteluk sedang kekuningan diterpa oleh bias-bias
mentari senja yang sebentar lagi masuk ke peraduan nya.
Kelihatan pelabuhan......yang berbalam-balam dicelah pohon jati
yang bergoyangan dek gara siliran yang tak berarah.
Suara ombak mendesir
Camar menggelepak-gelepak sayapnya
menambah indahnya panorama alam yang sungguh menakjubkan.
 
..... Itu bukan sebuah illusi, tapi kenyataan ketika berada di daerahmu.
Didaerahmu, ditempatmu...ku menerima tranformasi yang begitu hebat.
Kembali dari sana..
Rutin harian penuh dengan pembahruan
semagat yang begitu optimis
Lebih-lebih lagi segala-gala penuh dengan apresiasi
Satu kebahagian yang telah lama tak ku kecapi
Segala-gala terloret dengan warna-warni yang penuh keindahan
benar-benar menceriakan.
 
Tapi kelmarin,
tanpa kau sedari
atau tanpa ada perasaan
kau tarik kembali segala-galanya.
Aku kembali pasif
Jiwaku kembali sepi dan melemahkan
Kau sungguh tak perseptif
Engkau cuma mengenali lahirannya saja.
Disebalik tabir itu
Kau belum pernah membukanya, menyingkapnya....
Belum berkesempatan mendengar laraku
Tak mengapalah..
cerita duka itu hanya untuk ku
biarlah dia bersemadi dilipatan sejarah liku-liku hidupku.
Tak usah dikongsi dengan sesiapa
dan tak menyusahkan sesiapa.
Aku cukup sedar diri
Aku tak berhak disitu, sebab bukan hak ku
Selama ini pun aku tak pernah punya niat untuk mengambilnya
Aku cuma mau menumpang keceriaanmu
serta berkongsi pahit getirmu.
 
....kini aku persis sebuah kapal dipelabuhanmu...
Aku akan pergi membelah laut biru
cuma menyisakan busa-busa putih kayak kapas berhamburan,
berkejaran menuju buritan
beredar....jauh.
Pelabuhan mu ku tinggalkan
samar-samar dibelakang..
dan akhirnya hilang dari pandangan.....

by
 
Khadijah Daeng Manisi
 
Kuala Lumpur Malaysia.

Blog EntrySep 16, '09 4:13 AM
for everyone
 

Hujan lebat

Tak menghalang jalan hayal mengembara

Bahkan semakin jelas

Episud demi episud

……kelmarin kesitu lagi

Cuma mendengar puisi yang dilagukan

Sungguh syahdu.

Dari bait-bait yang sengaja dicipta

Berbanjar-banjar pujian yang indah-indah.

Umpama ombak berlarian, berkejaran, ketepian

Menghempas diri dikaki karang.

Kemudian pecah berhamburan.

Percikannya membumbung tinggi

Hingga semua guyur kebasahan.

Ada bait-bait yang sungguh menyentuh perasaan

Mendadak rasa lirih bergetar

Mengoyah-goyahkan relung hati

Sungguh tak tenteram

Menyeksakan.

Pulang,

Membawa benih-benih rindu bersama

Didada rasa membuncak

Seperti di sayat-sayat sembilu.

Aduh….pesona apa yang dikenakan

Sehingga setiap degupan jantung

Itulah ingatan,

Kerinduan

Bulan  y ang tadinya cerah

Kini berkabut berbalut awan hitam

Merangkul bergelayut

Bakal menurunkan hujan.keras

Ledakkan apa bakal meletus..

Entah anak Krakatau atau Merapi

Bumi mana bakal menerima rekahan

Tsunami bakal melanda

Aduh jangan dicari musibah

Jangan diundang petaka.

Ah mana mungkin

Kan hari sudah lewat sore

Dan kini di perbatasan senja

Cuma bias-bias kuning saja sedang menyisa

Itupun sudah buru-buru mau beranjak pergi

Persetan dengan emosi

Peduli dengan rasa

Rindu, Kasih Sayang adalah satu keajaiban dari  Yang Hak.

Ciptaan Illahi.

Bersih lagi suci, sungguh indah

Cuma jika kita bisa menilainya.

.... di dalam syurga terdapat tiang-tiang

Dari permata Delima, dan biliknya daripada Zamrud.

Pintunya terbuka seperti bintang yang memancar.

Baginda Rasulullah S.A.W. ditanya, siapakah yang bakal mendudukinya?.

Rasulullah S.A.W. menjawab :

Bukan kah Rahmat Akhirat itu yang kita cari

Setaraf para Aulia dan Ambia

Setiap yang baik itu pasti ada dugaan dan ujiannya

Pasrah, Syukur, Doa

Semoga dijauhiNya dari segala yang terlarang.

Dia adalah sebaik-baik Pengatur..

by

ST. Khadijah Dg. Manisi

Kualalumpur



Blog EntrySep 16, '09 4:07 AM
for everyone
Udara gerimis pagi berselimut kabut putih
dingin menyentuh kulit ari yang telanjang
mendung dan suram
Bagaikan satu panorama simbolik pada perasaan sayu, hiba
dan sebuah tangisan.
 
Cenrana,  ku datang...
membawa seribu amanat dan harapan.
Dulu kau ditinggalkan masih dalam bara
Kami pergi
mencari sinar kehidupan di rantau
Kami tidak pernah lupa pada pesanan
Kami tidak pernah lupa pada warisan
Semangat kental kami masih seperti dulu...
sebab kita warisan Bugis Pejuang
 
Cenrana,
walau telah ratusan tahun kau ditinggalkan
rupanya, kau masih gersang
kau  tak seindah yang ku bayangkan
sebagaimana layar kaca bening menyodorkan adengan-adengan
waktu kau dipersada pancasila kemegahan.
 
Kini yang ada hanya  sawah sebebas mata memandang
serta pohon-pohon lontara yang berselerakkan.
Kemanakah perginya kehebatanmu waktu kau ditinggalkan dulu.
Dulu, kau punya segala-gala.
Kemewahan, kedaulatan, kemakmuran, kekuasaan.
Adakah kegemilangan itu hanya semusim.
Tidak bergantikah pemikir  sehebat Kajao Laliddong @ La Mellong
Kemana perginya orang secerdas lagi pintar seperti To'Ciung, To' Accana, Nenek Malloma atau Arung Bila.
Atau kita masih dijajah, hingga kita lebih daif dari dulu.
 
Lihat saja sungai mu,  dulu gah dipersada dunia
Merupakan pusat maritim, pusat perdagangan ke seluruh nusantara.
Tapi kini cuma menjadi saksi bisu pada segala adegan, peristiwa bersejarah
pada beberapa kerajaan.
Sayang kau tak punya dermaga untuk menambat segala peristiwa
dari terus meluncur dibawa arus,
hilang membenam kedasar teluk.
 
Kekotoran airmu
lambang kepada kekejaman, kerakusan, nafsu serakah yang begelumang dengan
anyir darah, nanah, bangkai yang pernah bermusim dan hinggap disini
Tapi itu berlaku dizaman dulu,  zaman peperangan
kini kita telah lama mengecap kemerdekaan
Leluhur kita telah begitu banyak membuat pengorbanan untuk sampai kedekat ini
Siapa yang harus disalahkan, siapa yang harus kita tunding.....
Kasihan Cenrana
Arusmu lesu kerna beban lara sarat dlam gendunganmu.
 
.........Panorama disini masih seperti waktu ku datang tadi.
Gerimis yang belum berhenti, sebak dan sayu...
sebab selepas ini kita akan berpisah lagi.....perpisahan yang panjang
kerna   -  aku bukan sesiapa disini dan tak punya sesiapa disini.
Aku adalah hak pada yang baru..
Dimana kami berdominasi.....
 
Nukilan dari Cenrana Bone..
by wetenriangka
17 April 2009

Blog EntrySep 16, '09 4:02 AM
for everyone
 
Ku melangkah tertip
jika ku bisa lakukan, ku mau langkah-langkahku tak kedegaran
memasukki pintu gerbang permakaman Diraja Cenrana
Terasa longlai, lemah tak berdaya
sayu, hiba,
jantungku bergetar....
Ku bertafakur....kemudian menyapamu dalam salam
Maaf Ninda, ku mengganggu kesyahaduan mu di peraduan.
 
Ninda,
kenalkah Ninda pada cucuanda.
Cucuanda telah lama menjadi pelarian rindu
Hanya sejarah saja yang mengenalkan ku pada mu
itupun telah dirobek-robek
sebahagian lagi telah bawa pergi nun jauh entah kemana
olih mereka yang pernah menjajah kita dulu.
 
Tidak mengapa Ninda, jika kau masih kabur tentangku.
Ia telah berlalu bergitu lama, ratusan tahun yang lalu.
Cukup sekadar aku saja yang kenal
Lebih-lebih lagi
kedatangan ku sudah terlambat......
Bagi ku walaupun kesempatan hanya menjeguh ke makammu,
Aku cukup bahagia.
 
Sebagai anak warisanmu, ku cukup berbangga dengan sejarahmu...
Kau pernah nobatkan diri sebagai Raja yang berdaulat,
Kau amankan negara dan jadikan dirimu sebagai pertaruhan
kau satukan mereka dengan perkahwinan
Bernaung dibawah satu lambang
berbentang pada satu perisai
berteduh dibawah satu payung kebesaran  - Tellu BuccoE
 
Dari perkahwinan globalisasimu diantara kerajaan
lahirlah cucuanda, satu dari ribuan cucumu
....terdampar jauh diseberang...
kerana terdesak berfaksi kepada kehancuran.
 
Ninda yang dimuliakan,
walaupun kau tak kenal padaku
tapi perasaan rinduku terlalu membara.
.....izinkan ku meletakkan pipiku dimakammu
Aduhh....bahagia sekali
ku dapat menciummu..
Terasa tanganmu menggapai tubuhku,
Ninda kucup keningku
Betapa bahagianya berada dalam dakapanmu
Lebih-lebih lagi   -   Engkau menerimaku
Rasa ingin terus mendakapmu , dan terus berada dalam rangkulanmu.
Oh, maaf Ninda, cucuanda lupa diri
Disisi Ninda juga terkujur para isteri-isteri
takut nanti mereka membuat tafsiran yang salah
cucuanda pacar gelap Ninda.
 
Rupanya kita masih lagi terpisah
Ninda sudah dialam Baqa
Cucuanda masih dialam nyata
Ku sedekahkan Surah Yassin, Alfatihah dan terakhirnya hanya doa yang dapat ku lafazkan....
Ya Allah ya Tuhanku,
Engkau ampunkanlah segala dosanya
Engkau angkatkanlah mertabatnya
Letakkan dia ditempat yang sebaik-baiknya
terangilah dan luaskanlah kuburannya
Masukanlah dia ke dalam syurgaMu
kerna dia raja yang adil dan pernah menegakkan SyiarMu.  Amin !.
 
 
 
Khadijah Daeng Manisi
 
Kuala Lumpur.